Laman

S E L A M A T D A T A N G

*******************************************************************************************************************
" disini tempatnya semua orang yang mau berbagi pengalaman "

*******************************************************************************************************************
AsetBCA.com

click here!

Pasang Banner Disini

STANFORD UNIVERSITY

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar dan suaminya yang berpakaian sederhana dan terlihat usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University dan meminta janji temu. Sang sekretaris langsung mendapat kesan bahwa orang kampung, udik seperti ini tidak ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang Pria lembut. "Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat. "Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.

Selama 4 jam Sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi ternyata tidak, dan sang sekretaris mulai frustrasi dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang Pimpinan.

"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, tetapi dia tidak menyukai ada orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini."

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh... dia bahkan terkejut.

"Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?"

Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, dimana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.

Anda bisa dengan gampang menilai karakter orang lain dengan melihat bagaimana mereka memperlakukan orang-orang yang mereka pikir tidak dapat berbuat apa-apa untuk mereka.

by Malcolm Forbes
read more - STANFORD UNIVERSITY

Pantang Menyerah Untuk Menggapai Sukses

Hidup penuh dengan kesulitan. Bukan pada itu kita menyerah. Karena kuncinya ada pada kemauan kita. Maukah kita untuk berdiri dan mengejar impian kita? Ini sekelumit cerita orang yang pantang menyerah.

Dia lahir dalam kemelaratan. Dalam sepanjang hidupnya dia dihadang kekalahan demi kekalahan. Dia kalah dalam delapan pemilu. Dua kali gagal dalam bisnis. Juga mengidap gangguan urat saraf. Sebetulnya dia memiliki banyak alasan untuk menyerah berkali-kali, namun ia pantang menyerah. Dialah salah satu presiden terbesar dalam sejarah negaranya. Dia adalah seorang juara dan tak pernah menyerah.

Ini adalah sketsa perjalanannya menuju tangga kepresidenannya:

1816 Keluarganya dipaksa untuk keluar dari rumah mereka. Ia harus bekerja untuk menghidupi mereka.

1818 Ibunya meninggal.

1831 Gagal dalam bisnis.

1832 Mencalonkan diri untuk duduk di dewan perwakilan di negara bagiannya > kalah.

1832 Juga kehilangan pekerjaannya. Ingin masuk ke fakultas hukum, tetapi gagal.

1833 Meminjam sejumlah uang dari seorang teman untuk memulai bisnis. Namun pada akhir tahun dia jatuh bangkrut. Ia menghabiskan tujuh belas tahun dari kehidupannya untuk membayar kembali hutang ini.

1834 Mencalonkan diri untuk menjadi anggota dewan perwakilan di negara bagiannya > menang.

1835 Bertunangan. Tetapi kekasihnya meninggal dan hatinya serasa hancur berkeping-keping.

1836 Terserang gangguan saraf total dan tergolek di ranjang selama enam bulan.

1838 Berusaha menjadi juru bicara dewan perwakilan di negara bagiannya > kalah.

1840 Berusaha menjadi anggota badan pemilihan > kalah.

1843 Mencalonkan diri untuk kongres > kalah.

1846 Mencalonkan diri kembali untuk kongres. Kali ini dia menang. Pergi ke ibukota dan menunaikan tugas dengan baik.

1848 Mencalonkan diri untuk dipilih kembali di kongres > kalah.

1849 Mencari pekerjaan sebagai pegawai kantor urusan tanah di negara bagiannya > ditolak.

1854 Mencalonkan diri untuk senat negaranya > kalah.

1856 Berusaha mendapatkan pencalonan wakil presiden di konvensi nasional partainya > hanya memperoleh kurang dari seratus suara.

1858 Mencalonkan diri lagi untuk senat > sekali lagi dia kalah.
1860 Terpilih menjadi presiden di negaranya.

Siakah dia? Dialah Abraham Lincoln. Presiden ternama dalam sejarah presiden Amerika Serikat.

“Jalan itu licin dan menggelincirkan. Satu kakiku terpeleset di atasnya, menendang kaki lainnya keluar dari jalur. Namun aku kembali tegak dan berkata kepada diriku sendiri, “Itu cuma terpeleset dan aku bukan jatuh“.
(Abraham Lincoln)
~~~
Author: Mochamad Yusuf
Sumber: Disadur dari buku ‘Chicken Soup for The Soul‘.
read more - Pantang Menyerah Untuk Menggapai Sukses

Membangun Pribadi Pantang Menyerah

“Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan beriman, niscaya Kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik dan Kami balasi mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Allah telah menciptakan alam dan isinya berpasang-pasangan, sehingga melahirkan hukum tarik menarik antara satu dengan yang lainnya. Artinya kondisi alam ini akan selalu dinamis sesuai dengan kehendak-Nya. Begitu juga halnya dengan kehidupan manusia, akan mengalami rotasi (perputaran) antara di bawah–di atas; sukses-tidak sukses; bahagia-susah, dll. Begitu juga dengan iman kita. Iman bisa datang dan pergi, naik dan turun.

Ibnu Mas’ud mengatakan, “Sesungguhnya jiwa manusia itu mempunyai saat dimana ia ingin beribadah dan ada saat dimana enggan beribadah.” Diantara dua keadaan itulah manusia menjalani kehidupan ini. Dan diantara dua keadaan itu pula nasib manusia ditentukan.

Dalam arti lain, semakin seseorang berada dalam iman yang rendah, maka besar kemungkinan dalam kondisi ini akan mengakhiri hidupnya. Demikian sebaliknya, jika seseorang semakin sering berada pada kondisi iman yang tinggi, maka semakin besar peluangnya memperoleh akhir kehidupan yang baik. Pertanyaannya, bagaimana cara mewujudkan kondisi pribadi yang berujung kebaikan, pribadi yang pantang menyerah tersebut?

Pribadi pantang menyerah (tangguh) adalah tidak lain sebutan bagi pribadi yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadinya menganggap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya. Ia yakin betul bahwa sekenario Allah itu tidak akan meleset sedikit pun.

Pribadi pantang menyerah dan tangguh ini, tidak lain adalah pribadi yang memiliki kemampuan untuk bersyukur apabila ia mendapat sesuatu yang berkaitan dengan kebahagiaan, kesuksesan, medapat rezeki, dll. Sebaliknya, jika ia mendapati sesuatu yang tidak diharapkannya, entah itu berupa kesedihan, kegagalan, mendapat bala bencana, dll., maka ia memiliki ketahanan untuk selalu bersabar. Dan pribadi seperti ini memposisikan setiap kejadian yang menimpanya adalah atas ijin dan kehendak Allah. Ia pasrah dan selalu berusaha untuk bangkit dengan cara mengambil pelajaran dari setiap kejadian tersebut.

Pribadi pantang menyerah ini bukan saja semata-mata dilihat secara fisik. Tetapi lebih-lebih dan yang lebih penting justru adanya sifat positif dalam jiwanya yang begitu tangguh dan kuat.

Seseorang menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Seseorang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, seseorang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan seseorang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada hadist Nabi yang menyebutkan bahwa: “Orang mukmin yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari mukmin yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dam kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada Allah.

Dalam konteks ini, dapat disebutkan bahwa kesuksesan menurut pandangan Alquran itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu (QS. 58: 11). Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia.

Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. Menurut M. Ridwan IR Lubis (1985), ada tiga pengaruh iman tersebut, yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

Sedangkan menurut M. Yunan Nasution (1976), mengungkapkan pengaruh iman terhadap kehidupan manusia itu berupa: iman akan melenyapkan kepercayaan kepada kekuasaan benda; menanamkan semangat berani menghadapi maut; membentuk ketentraman jiwa; dan membentuk kehidupan yang baik.

Untuk mencapai dampak dari kekuatan iman itu, kuncinya terletak pada pribadi kita masing-masing. Dan kalau kita cermati, sebenarnya pembentukan sifat pribadi pantang menyerah dan tangguh ini adalah berawal dari sifat optimisme yang menyelimuti pola pikir orang tersebut.

Menyikapi keadaan seperti saat ini, kita seharusnya tidak menjadi pesimis dan berserah diri. Kita harus optimis dan selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik dalam hidup ini. Sehingga untuk menjadikan pribadi pantang menyerah dan tangguh ini, maka dalam diri kita harus tertanam sikap optimis, berpikir positif, dan percaya diri.

Setiap manusia harus memiliki optimisme dalam menjalani kehidupan ini. Dengan sikap optimis, langkah kita akan tegar menghadapi setiap cobaan dan menatap masa depan penuh dengan keyakinan terhadap Sang Pencipta. Karena garis kehidupan setiap manusia sudah ditentukan-Nya. Tugas kita adalah hanya berusaha, berpikir dan berdoa agar sesuai dengan ridho-Nya.

Setelah kita mampu bersikap optimis, lalu pola pikir kita juga harus dibiasakan berpikir secara positif dan percaya diri. Berpikir positif kepada siapa? Pertama, berpikir positif kepada Allah. Setiap kejadian, peristiwa dan fenomena kehidupan ini pasti ada sebab musababnya. Tugas kita, hanya berpikir dan membaca. Ada apa dibalik semua itu? Lalu, kita mengambil pelajaran dari kejadian itu dan selanjutnya mengamalkan yang baiknya dalam perilaku keseharian.

Kedua, berpikir positif terhadap diri sendiri. Setiap manusia, dilahirkan sebagai pribadi yang unik. Karena bagaimanapun wajah dan sifat kita mirip dengan orang lain. Tapi, yang jelas ada saja perbedaan antara keduanya.

Sifat dan pribadi unik itu, harus kita jaga. Itu adalah potensi positif, modal dasar untuk mencapai keleluasaan langkah kita menuju ridho-Nya. Bagaimana orang lain akan menjunjung kita, kalau diri kita sendiri meremehkan dan tidak ‘mengangkatnya’.

Selain itu, kita juga harus yakin bahwa kita dilahirkan ke dunia ini sebagai sang juara, the best. Fakta membuktikan, dari berjuta-juta sel sperma yang disemprotkan Bapak kita, tetapi ternyata yang mampu menembus dinding telur Ibu kita dan dibuahi, hanya satu. Itulah kita, ‘sang juara’. Hal ini, kalau kita sadari akan menjadi sebuah motivasi luar biasa dalam menjalani hidup ini.

Ketiga, berpikir positif pada orang lain. Orang lain itu, manusia biasa sama dengan kita. Dia mempunyai kesalahan dan kekhilafan. Yang tentu hati nuraninya tidak menghendakinya. Pandanglah, orang lain itu dari sisi positifnya saja dan menerima sisi negatifnya sebagai pelajaran bagi kita.

Belajarlah dari seekor burung Garuda. Ia mengajarkan anaknya untuk terbang dari tempat yang tinggi dan menjatuhkannya. Lalu jatuh, diangkat lagi dan seterusnya sampai ia bisa terbang sendiri. Hati Garuda juga bersih, tidak mendendam. Ia kalau waktunya bermain ‘cakar-cakaran’. Tapi, kalau diluar itu ia akur, damai kembali.

Keempat, berpikir positif pada waktu. Setiap manusia diberi waktu yang sama, dimana pun dia berada. Sebanyak 24 jam sehari atau 86.400 detik sehari. Waktu itu, ingin kita apakan? Kita gunakan untuk tidur seharian, kerja keras, mengeluh, berdemontrasi, bergunjing, santai, menuntut ilmu, menolong orang lain, melamun, ibadah, dan lainnya. Waktu itu tidak akan protes.

Yang jelas, setiap detik hidup kita akan diminta pertanggung jawabannya kelak, di hadapan Allah SWT. Bagi mereka yang biasa mengisi waktunya dengan amal-amalan saleh dan berada dalam keimanan, maka ia akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Allah berfirman, yang artinya: “Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan beriman, niscaya Kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik dan Kami balasi mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Untuk memaksimalkan sikap positif pada diri seseorang, lebih-lebih sebagai pembentuk pribadi yang pantang menyerah, tangguh, ‘tahan banting’, sabar dan istiqomah pada jalan-Nya. Tentu perlu dibagun pula dengan kebiasaan positif.
Semoga tulisan ini menjadi bahan penilaian terhadap diri kita sendiri, terutama kaitannya dengan keinginan pembentukan pribadi yang pantang menyerah. Dan kita berdoa, semoga Allah memberi kemampuan terhadap kita untuk membangun pribadi yang tangguh dan pantang menyerah sesuai tuntutan-Nya. Amin

oleh : Arda Dinata
read more - Membangun Pribadi Pantang Menyerah

Anda Pasti Bisa Bila...

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Seluruh penduduk menyambutnya dengan gembira. Ada berbagai macam permainan, stand makanan dan sirkus. Tetapi kali ini yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Setiap malam ratusan orang menonton pertunjukkan manusia kuat. Ia bisa melengkungkan baja hanya dengan tangan telanjang. Ia bisa menghancurkan batu bata tebal dengan tinjunya. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco.

Untuk menutup pertunjukkannya, ia memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras terus hingga tetes terakhir air jeruk itu terperas. Kemudian ia menantang para penonton, "Barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini, akan kuberikan dia uang satu juta."

Kemudian naiklah seorang lelaki, atlit binaraga, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan memeras... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat dari penjuru kota mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum. Kemudian ia berkata, "Aku berikan satu kesempatan terakhir. Siapa yang mau mencoba?" Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung." Manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memeras dengan penuh konsentrasi. Ia memeras... memeras... memeras dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh membasahi lantai panggung.

Para penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan mereka segera berubah menjadi tepuk tangan riuh. Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, ribuan orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya kau satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana kau bisa melakukan hal itu?"

"Begini," jawab wanita itu, "Jika suamimu sedang jatuh sakit keras dan tak bisa bekerja mencari nafkah, sedangkan kau memiliki delapan anak yang harus kau beri makan setiap harinya, lalu kau harus kuat mencari uang meski hanya serupiah-dua rupiah, maka hanya memeras jeruk untuk mendapatkan satu juta rupiah bukanlah hal yang sulit." "Bila anda memiliki alasan yang cukup kuat, anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat.
read more - Anda Pasti Bisa Bila...

Profit Bisnis Dari Ide Ide "GiLa"

Tak seperti para pebisnis lainnya, para pencetus ide ‘gila’ ini benar-benar tak pernah patuh pada pakem. Justru karena ide-ide ‘gila’ mereka banyak peluang bisnis tercipta, sesuatu yang luput dari sensor pebisnis biasa.

Sekalipun seorang pemasar jempolan siapa yang berani menerima tantangan menjual lapangan golf yang hanya memiliki dua hole? Sedangkan 16 hole sisanya dijual ke mitra kerjanya dengan cara ketengan? Dan siapa yang mempunyai ide ‘tak masuk akal,’ itu. Bagi Anda yang belum pernah melihat lapangan golf ketengan ini bukan sesuatu lelucon, tetapi memang benar-benar ada yakni di Pantai Glagah, Yogyakarta. Penggagasnya adalah kakak beradik Purdie E. Chandra dan Muhammad J. Prasetya.

Dua kakak beradik ibarat mata air yang tak pernah kering dengan ide-ide ‘gila’ dalam membuka peluang bisnis. Sebelum keduanya berkolaborasi untuk membangun lapangan golf. mereka secara pribadi telah menelurkan beberapa peluang bisnis yang dimulai dengan ide-ide ‘gila.’ Bahkan, dalam sebuah seminar di Batam beberapa waktu Je—panggilan akrab Muhammad J. Prasetya, berkelakar bahwa dia dan kakaknya, Purdie, sebaiknya nggak usah ketemu. Kenapa? “Kalau ketemuan kami musti gatal bikin bisnis baru dengan ide yang nyleneh—tidak masuk akal Red,” katanya.

Je, misalnya, memiliki ide yang sebelumnya tak pernah terpikirkan orang, yakni dengan membuat terminal tiket penerbangan. Membeli tiket pesawat terbang di terminal tiket gagasan Je, Anda layaknya berada di sebuah bandara. Berbagai counter untuk berbagai maskapai penerbangan tersedia di terminal tiket milik Je di Yogyakarta tersebut lengkap dengan fasilitas executive lounge nya. Pertama, memang terkesan aneh, Jual tiket kok tampak ribet. Namun, jangan tanya hasilnya. Sekarang omzetnya mencapai puluhan juta per harinya, ketimbang saat dia hanya buka konter biasa yang rata-rata penghasilannya hanya Rp 5 juta-an per hari.

Purdie, tak kalah dalam hal ide ‘gila.’ Pendiri lembaga pendidikan Primagama ini, mendirikan semacam sekolah yang bisa mendidik orang-orang biasa menjadi entrepreneur yang disebut Entrepreneur University. Ada dua konsep konvensional yang hendak diterobos oleh Purdie. Pertama, kemampuan entrepreneurship ini bisa diajarkan, tidak sebagaimana keyakinan sebagian besar masyarakat kita saat ini yang percaya bahwa entrepreneurship merupakan bakat yang hanya dianugerahkan kepada orang-orang tertentu. Kedua, lembaga pendidikan ini tidak akan pernah memberikan sertifikat atau tanda kelulusan atau surat keterangan apa pun berkaitan dengan kemampuan dari ‘mahasiswa’-nya. Bahkan dalam setiap mentoring nya, Purdie mau mensubsidi sekitar Rp 2 juta selama enam bulan bagi peserta yang saat itu memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya.

Ternyata, meski tanpa memberikan sertifikat apa pun, lembaga pendidikan ini banyak diserbu peminat. Kelak di kemudian hari, terbukti banyak ‘lulusan’-nya yang benar-benar menjadi pengusaha. Sukses EU tersebut banyak mengilhami pengusaha lainnya untuk membikin ‘kursus’ serupa. Khoirussalim Ikhs, pemilik Country Donut— misalnya, kini tengah mengembangkan pendidikan serupa dengan Puspo Wardoyo, pemilik waralaba Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo.

Je dan Purdie kini sibuk membuat pendidikan TK yang juga diwaralabakan. Pertanyaan kita, apa sih hebatnya TK milik Yayasan Primagama tersebut sehingga mampu diwaralabakan seperti lembaga bimbingan tesnya? Hanya Purdi dan Je yang bisa menjawabnya.

Ide ‘gila’ juga diusung sejumlah pengusaha di Bandung. Mereka mendirikan sejumlah outlet yang khusus menjual barang-barang bekas, yang dikenal sebagai babe (barang bekas) atau base (barang seken).

Kalau Anda mengira berbelanja barang bekas ini di tempat yang becek dan kumuh, Anda salah besar. Berbelanja di outlet ini tak ubahnya berbelanja di sebuah supermarket atau hypermarket yang sejuk.

Bagi Anda, yang kelupaan membawa uang cash, jangan cemas karena Anda bisa menggunakan kartu kredit untuk bisa membawa pulang barang-barang bekas ini.

Yang tak kalah ‘gila’-nya adalah ide Gunawan Widjaya dari PT Permata Bumi Kencana. Ia menjual lahan atau kapling pemakaman untuk kalangan atas.Lebih ‘gila’nya lagi, ia membuat konsep lahan tersebut untuk dijadikan tempat pemakaman sekaligus tempat wisata.

Bambang Eko Putro dari Cimahi juga memiliki ide yang cukup ‘gila’ yakni membuat dendeng dari jantung pisang. Selama ini, jantung pisang hampir-hampir tidak memiliki nilai ekonomis, kecuali dibuat sayur oleh orang-orang yang kepepet. Bahkan, malah sebagian masyarakat membuangnya. Tetapi dengan ide ‘gila’ dan sedikit sentuhan teknologi tradisional Bambang bisa menaikkan nilai ekonomis jantung pisang dengan cara membuatnya sebagai dendeng yang rasanya tak kalah gurih dengan dendeng hewani. Untuk 1 kg dendeng jantung pisang dilego Rp 12.000. Peminatnya pun berjibun.

Muhammad Imran dari Yogyakarta juga memiliki ide ‘gila’ yakni menciptakan alat pengusir hantu yang disebut Klasindo Exorcist. Padahal, keberadaan hantu sendiri saat ini masih sering diperdebatkan. Tetapi Imran telah melangkah lebih jauh dengan menciptakan alat tersebut. Konon selain bisa mengusir hantu alat ini juga bisa mengusir santet.



Raja factory outlet dari Bandung, Perry Tristianto Tedja juga termasuk pebisnis yang memiliki ide-ide ‘gila.’ Di saat para pebisnis yang bergerak di bidang fesyen membangun outlet atau butik-butik di pusat kota, ia malah bergerilya dari pinggiran kota. Ia mengusung konsep outlet di sebuah kebun, misalnya All About Strawberry di Cihanjuang dan Temptation di Puncak Bogor. Sebelumnya, ia membangun beberapa outlet di jalan tol. Semula orang mengira siapa yang mau berbelanja di jalan bebas hambatan? Tetapi dengan ide ‘gila’-nya tersebut Perry membuktikan bahwa produk yang dipajang di outlet-nya yang terletak di jalan tol laris manis. Bahkan outlet-nya yang terletak di tengah kebun sudah mulai disambangi pembeli. Omzet dari Temptation di Puncak Bogor sudah mencapai Rp 500 juta per bulan. Sebuah pohon duit di tengah kebun.

Roger Yeh, CEO Raksa Pratikara—sebuah perusahaan asuransi terkemuka di Jakarta, termasuk orang yang berani bertaruh dengan ide ‘gila’nya. Ia berani mempertaruhkan investasi ( di luar investasi waktu dan SDM) Rp 900 juta untuk membangun Raksa Gold Club, suatu layanan plus untuk para nasabah (tanpa memungut fee tambahan) yang mobilnya memiliki nilai pertanggungan di atas US$ 70 ribu. Nasabah selaksa dimanja dengan layanan pijat, medicure, pedicure, Spa, browsing internet dan beberapa layanan lainnya. Ide Roger Yeh ini awalnya bahkan sempat ditentang oleh beberapa orang karyawannya. Tetapi ide yang lazimnya diterapkan hanya di dunia penerbangan dan perbankan itu ternyata telah mendongkrak popularitas Raksa, terutama di segmen asuransi mobil mewah. Dalam kurun waktu satu tahun, member Raksa Gold Club melesat dua kali lipat. Para nasabah pun puas dengan layanan tersebut.

Beberapa contoh di atas, adalah sekelumit dari sepak terjang para pengusaha yang dengan jenius berhasil mewujudkan ide gila nya. Di luar itu, mungkin di kota-kota besar lainnya, ide gila bahkan lebih gila lagi telah dilakukan oleh para pelaku bisnis seperti di Surabaya, misalnya, yang mengembangkan klinik kesehatan keliling, atau Ade Syarifah, pemilik Fantastik Tour & Travel di Batam, yang menerapkan jemput bola ke konsumen dengan menjual tiket penerbangan menggunakan sepeda motor.

Dalam dunia bisnis agaknya diperlukan orang-orang yang memiliki ide ‘gila’ untuk mendobrak kebekuan. Di dunia ini segalanya selalu berubah, tak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. Dan agaknya menciptakan perubahan itu merupakan dunia orang-orang yang memiliki ide ‘gila.’

Oleh : Devan
Artikel Pengusaha
read more - Profit Bisnis Dari Ide Ide "GiLa"

Ditemukan Cara Agar Uang Bekerja untuk Anda..!!!

DENGAN MENANAMKAN INVESTASI ANDA UNTUK MENDAPATKAN PULUHAN JUTA RUPIAH DENGAN MODAL INVESTASI SENILAI DENGAN 1 KALI UANG MAKAN SIANG ANDA Ini merupakan program yang sedang TERLARIS! segera anda bergabung, sebelum anda merugi dikarenakan bisnis lain bisa menarik jutaan rupiah uang anda, semakin cepat anda bergabung semakin besar keuntungan anda. Ketika semua itu Anda jalankan, maka saat itulah Uang akan Bekerja untuk Anda 24 Jam Nonstop. Kunjungi website

Mau Beramal dengan Hasil Usaha Sendiri,??

Di sini Jawabannya.. Usaha Halal, Hasil Halal, Dari Kita, Oleh Kita & Untuk Kita.. modal cuma Rp.12.000,- HASILNYA...!!! PULUHAN Sampai RATUSAN JUTA bro..!! Anda Tidak PERCAYA,?? WAJAR, Karena Anda BELUM Mencoba SILAHKAN Bergabung.. KESEMPATAN Masih ada.. Kunjungi Website

Bisnis Gratisan Untung Jutaan

BISNIS GRATIS TANPA MODAL YANG AKAN MENDATANGKAN PASIF INCOME HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH LANGSUNG KE REKENING ANDA TANPA HARUS MEMBAYAR APAPUN. Kunjungi Website

Daftar isi Blog